1

Tuesday, September 25, 2012

Angkot M12 Transportation

Angkot (ANGkutan KOTa) means city transportation. M12 is the code of transportation route. The route is Senen to Old Town vice versa. Senen is passenger terminal to much destination. So is The Old Town that always said The Oud Batavia or Old Town Batavia.

Senen Terminal and around consists of much shopping centre like Plaza Atrium Senen and Senen Market.

The Old Town is a tourism object. A city about Jakarta history. Consists of old buildings that visited much people

Monday, September 24, 2012

Metro Mini

Only 2.000 IDR you can go trace the Jakarta's street by this bus, Metro Mini that consists of much route . This is Metro Mini 07 with Route Senen - Semper. We will spend more than 50.000 IDR if trace this route by taxi. This transportation has used by Jakarta's community for long time ago. Eventhough this time we can find new transportation namely busway but the Metro Mini still be the choice by much people.

Sunday, September 23, 2012

Bantaran Kali Besar

Bantaran Kali Besar yang menjadi bagian dari Kota Tua dimulai dari Jembatan Batu dekat pusat perbelanjaan Asemka hingga ujung Kali Besar yang bermuara di Pelabuhan Sunda Kelapa. Bisa dibayangkan betapa ramai dan indahnya ruas kali ini di masa kejayaannya.

Sepanjang ruas kali yang diapit oleh jalan raya ini berdiri gedung gedung yang tentu saja megah pada masanya di mana saat ini merupakan tempat untuk duduk ngobrol sambil menikmati makanan ringan nan murah. Suatu tradisi yang perlahan lahan terbentuk oleh para pencinta Kota Tua yang sebagian besar seakan terhalau dari ruang ruang utama kota Jakarta yang seakan tidak memberi ruang bermain yang bebas dari pungutan biaya.

Suhu udara di tempat ini lumayan enak karena Kali Besar ini lumayan lebar sehingga sirkulasi udara lancar.

Tuesday, April 3, 2012

Pustaka Sejarah

Portugal adalah Bangsa Eropa yg pertama datang ke Sunda Kalapa di tahun 1513. Mereka datang dari Malaka dipimpin Joao Lopez de Alvin. Pada tanggal 21 Agustus 1522 dilakukan penandatanganan perjanjian persahabatan antara Portugal dan Kerajaan Sunda yang pada masa itu dipimpin Raja Surawisesa. Namun perjanjian tersebut tidak lanjut karena pada tahun 1527 Sunda Kalapa jatuh ke tangan pasukan Islam Demak Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah. Namun demikian pedagang Portugis masih dapat melakukan aktifitasnya dengan penguasa setempat sehingga pengaruh sosial budaya Portugal nampak hingga abad 18.
Kutipan di atas didapatkan dari Museum Sejarah Jakarta. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari Museum Sejarah Jakarta tersebut. Selain teks teks tentang sejarah Jakarta juga terdapat bukti bukti sejarah berupa prasasti dan patung patung. Jadi selain sebagai tempat untuk menikmati keindahan sejarah masa lalu, museum sejarah Jakarta juga adalah pustaka sejarah

Tuesday, March 20, 2012

"Pasar" Kota Tua

Kota Tua juga bisa dijadikan tujuan berbelanja. Di hari hari biasa di halaman Museum Fatahillah terdapat penjual pakaian, sepatu, asesoris, obat, lampu lampu hias, tas dan lainnya oleh para pedagang dengan menggelar tikar di halaman terbuka walaupun harus selalu was was jika musim hujan karena minim tempat untuk berteduh.

Sedangkan di hari hari tertentu sering diadakan event bazar yang biasanya diikuti oleh pedagang dengan skala yang lebih besar. Ciri khas dari para pedagang berskala besar yang saya maksud adalah dengan membangun tenda tenda sehingga kehadiran mereka lebih terkesan ekslusif. Berbagai penawaran yang lain sepeti tukang gigi, permainan, hingga tulang ramal cukup menambah komplit "Pasar" Kota Tua ini.

Kota Tua Kota Kuliner

Dalam Kompleks Kota Tua terdapat Cafe Batavia yang lebih banyak dikunjungi wisatawan asing. Cafe ini bersebelahan dengan sebuah minimart waralaba dengan barang dagangan yang lebih didominasi makanan dan minuman.
Di luar dari itu makananan yang dijual dalam Kompleks Kota Tua adalah makanan rakyat atau jajanan pasar dengan harga murah.
Halaman depan Museum Fatahillah yang lumayan luas dipenuhi oleh para penjual dengan menggelar tikar seadanya. Di sela sela penjual tersebut terdapat sebagian penjual makanan dan minuman ringan. Duduk lesehan sambil menikmati secangkir kopi di tempat ini sepertinya punya makna tersendiri dibandingkan ngopi di tempat lain. Dengan alam terbuka walaupun ubin tempat duduk terasa agak panas sisa terik matahari siang namun semua hal yang membuat pengap terbang dengan bebas ke langit terbuka sehingga hawa tempat menikmati makanan ini bisa dianggap sejuk alami untuk ukuran daerah tropis.
Di sekeliling pinggiran halaman Museum Fatahillah juga terdapat para penjual makanan mulai dari nasi goreng, nasi padang, sate padang, nasi pecel, gado gado, berjejer berselang seling. Harga makanan mungkin tidak jauh berbeda dengan harga makanan di sekitar lingkungan tempat tinggal kita.

Kota Tua Kota Seniman

Nuansa artistik begitu terasa jika menginjakkan kaki di Kota Tua Batavia. Sebut saja Gedung Museum Fatahillah yang merupakan bekas Balai Kota Jakarta. Ada juga gedung gedung yang sangat artistik di pinggir Kali Besar. Gedung gedung ini pastinya adalah gedung yang megah dan indah pada masa lalu di saat Kawasan Segitia Emas dan sekelasnya mungkin masih merupakan rawa atau hutan.
Panorama masa lalu ini sepertinya sudah menyebar dan melekat di hati para fotografer yang tak lain adalah wisatawan lokal yang panen objek pemotretan di setiap sudut Kota Tua. Setiap saat selalu tampak rombongan fotografer lengkap dengan peralatan dan foto modelnya. Setiap tempat di Kota Tua bisa menjadi latar pemotretan mereka.
Demikian pula dengan para pelaku sinema baik itu sutradara, kameramen hingga pemain cukup akrab dengan Kawasan Kota Tua sebagai lokasi syuting. Ada pula kelompok seniman lain walaupun kelasnya agak berbeda yakni pengamen yang jumlahnya lumayan banyak terutama di malam hari setelah turun dari kereta dan mengaso sejenak sambil sekali sekali mencari objek ngamen di sela sela kompleks Kota Tua.
Ada pula seni yang saya kurang senangi yakni seni menggambar di bagian tubuh tertentu alias tato. Para penawar jasa tato biasanya menggelar tikar di halaman Museum Fatahillah.
Layanan seni yang agak formal adalah pagelaran wayang yang jadwalnya dapat kita lihat di halaman Museum Fatahillah.

Kenapa Dengan Film Filosofi Kopi 2 ?

Berita kehadiran Luna Maya di Toraja yang  menyebar lewat situs dan jejaring sosial, berkembang seakan-akan memberitakan bahwa ada film ...