1

Tuesday, February 4, 2014

Catatan Kecil Banjir Jakarta

Banjir kali ini mengingatkan kembali akan kisah yang saya alami pada banjir tahun lalu (2013). Saya baru bergegas pulang dari kantor di Jalan Yos Sudarso Sunter menjelang larut malam. Angkutan umum dan ojek sudah tidak ada.  Sebenarnya Metromini 07 sudah bisa menembus genangan air yang perlahan surut, namun  tidak beroperasi 24 jam. Sedangkan taksi sendiri belum berani menembus ruas jalan yang dikenal begitu mudah digenangi air walaupun hujan hanya beberapa saat. Mau minta tolong ke teman kerja juga sulit karena semuanya berhadapan dengan persoalan banjir Jakarta yang sempat menewaskan beberapa orang di basement UOB Jalan MH Thamrin. Sepertinya tidak ada pilihan lain selain menembus genangan air berjalan kaki dari Gedung Certis ke depan ITC Cempaka Mas mencari angkutan untuk pulang.

Dengan tenaga yang tersisa setelah seharian dihajar habis oleh customer di kantor karena beberapa rekan kerja yang sudah terbiasa melakukan tugas yang saya gantikan pada hari itu tidak bisa masuk karena mengalami musibah banjir. Kring krang dering telpon yang berlanjut dengan caci maki customer bak serbuan tanpa henti mengarah ke pesawat di meja saya karena sepertinya staf di divisi lain juga ada yang tidak masuk. Hal itu membuat saya sampai lupa urusan makan. Lagipula pada hari tersebut begitu sulit, menemukan penjual makanan di sekitar kantor. Mungkin karena kebanjiran, mungkin juga tidak menjual karena memang tidak ada pembelinya. Tak terasa, kondisi saya yang bekerja kayak robot yang dikendalikan penuh dering telpon dari customer telah berlangsung dari pagi hingga menjelang  tengah malam.

Yang aneh perut tidak merasakan lapar selama bekerja, namun hanya rasa takut terserang penyakit. Mungkin karena otak saya tak sempat memikirkan perut saya. Saya masih ingat ada donat jatah staf lain yang saya lahap habis karena satu donat yang disediakan kantor sepertinya belum cukup untuk mengalas perut kosong saya.

Stress karena tekanan dari customer yang tiada hentinya pada hari itu membuat saya lupa  kalau untuk berjalan kaki menyusuri ruas jalan antara Gedung Certis hingga ITC Cempaka Mas, dibutuhkan keberanian ekstra walaupun di hari biasa saya biasa berjalan bersama teman kantor melewati jalan tersebut sepulang kerja untuk menyehatkan badan.

Sisi jalan yang saya telusuri sekitar pukul dua dini hari tersebut seperti disulap menjadi jalan yang cukup menyeramkan. Genangan air sudah tak setinggi paha lagi namun saya tahu di situ banyak lubang lubang dalam yang tertutupi genangan air. Saya harus berhati-hati dan mencoba mengingat di mana lobang lobang tersebut berada.

Ketakutan semakin menjadi jika melewati kavling yang masih kosong yang ditumbuhi oleh semak yang sedang tergenang air. Bayangan buruk menghantui, bagaimana jika ada binatang air ganas yang mencoba menyerang saya dari semak semak. Kondisi sisi sebelah barat ruas Yos Sudarso tanpa kios dan pemukiman itu benar benar menakutkan. Yang ada hanya bangunan kantor yang berselang seling dengan kavling kosong.

Puncak ketakutan saya terjadi saat di jarak sekitar seratus meter tampak bayangan hitam yang mendekat ke arah saya. Saya sendiri tak pernah melihat hantu seperti yang diceritakan oleh teman teman di kantor saya, Gedung Certis kalau hampir di setiap lantainya ada penghuni mahluk halus. Yang saya paling takutkan adalah kejahatan yang sering dialami oleh rekan kerja di sekitar ruas jalan Yos Sudarso yang sangat rawan di malam hari. Bahkan pagi pagi sebelum turun dari Metro Mini 07, saya pernah kecopetan handphone. Ketakutan saya menjadi anti klimaks setelah bayangan tersebut semakin mendekat dan tampak oleh mata saya,  orang itu ternyata membawa jala ikan. (Ah, ternyata penjala ikan, tak mungkin jahat)

Perjalanan menakutkan dan melelahkan dengan perut yang baru terisi dua donat menu makan malam akhirnya tiba juga di depan Gedung AHM (Astra Honda Motor). Namun penjual makanan yang biasanya berderet penuh tidak ada. Hanya ada satu gerobak penjual makanan  dengan asap yang mengepul dalam dinginnya malam, menambah rasa lapar saya. Namun tiba tiba,  karyawan Astra berseragam putih berlarian dari dalam gedung Astra mengerumuni satu satunya penjual makanan tersebut. Sepertinya karyawan Astra Shift malam itu juga kuatir tidak menemukan penjual makanan.

Saya akhirnya tidak jadi membeli makanan tersebut dan melanjutkan kembali perjalanan, hingga di pojok jalan berikutnya saya menemukan warung mi instan dan beberapa tukang ojek yang sedang mangkal. Lewat pukul tiga pagi baru saya melanjutkan perjalanan pulang naik ojek namun bukan tarif biasa, tapi tarif banjir. Akhirnya menjelang pagi baru bisa istirahat.

Saturday, February 1, 2014

Green Central City

This is Green Central City at Gajah Mada Street. Consists of Novotel, ICBC Bank, 7 eleven and an old building, Pagoda. The Pagoda have been standing from long time ago. Far before this place constructed.

The Pagoda is cultural heritage, so no one can to crumbling down this building. That The Pagoda untill now still standing together with modern building in this place, The Green Central City.

The main building in this place is Novotel Gajah Mada where a last name of this building. First, this building constructed spend long time. One time the construct of this building stopped and     a few years next continued. This building change the name more than one before finished. Finally, this building given name Novotel, means this building is Novotel Hotel.

This place nearby LTC Glodok, Jayakarta Hotel, Glodok, Old Town, Glodok Busway Shelter, Olimo Busway Shelter, Mediterenia Apartemen and many others.



Monday, January 27, 2014

Sudirman Park Apartemen

This Apartemen actually not located at Sudirman Street but using name "Sudirman". Sudirman is a word that very famous in Jakarta. Sudirman known as center of business together with Gatot Soebroto and Rasuna Said Streets.

Sudirman Park Apartemen located at KH Mas Mansyur Street Kav 35, that nearby Sudirman Street. This thing makes Sudirman Park known much people as an apartemen that located at Sudirman. But this not a lie because we can get this place by Sudirman Street. We can walk on foot from Sudirman Street to get Sudirman Park. Not so far from Sudirman Street. Just about three kavling.

In this apartemen will find BCA bank, BRI bank, London School, Rudi Hadisuwarno Salon, 7 eleven, and others minimart and offices.

Thursday, January 23, 2014

Christmas in Jakarta in Peace


The first picture is a buliding in Atmajaya Chatolic University Campus. The campus placed in Semanggi, Sudirman Street.

The second picture was situastion in Tiberias Church in worship waiting countdown closing 2013.  Pastor Yesaya Pariadji was preaching and praying for new year.

The number three picture is a candlelight in Gelora Bung Karno Stadium where about 200.000 people singing Silent Night.
The last picture was a situation in a house that celebrate Christmas
Jakarta a city where all religion and ethnic in Indonesia live together in peace. Mosque, Church, Temple and Pagoda standing in Jakarta  Comunity that consist of diferent religion.

Thursday, November 21, 2013

Membuat Paspor

Langkah langkah yang dilakukan dalam permohonan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (PASPOR RI)  sebenarnya cukup jelas petunjuknya oleh pihak kantor imigrasi, namun saya hanya bermaksud membagi pengalaman dalam mengurus paspor.

Dokumen yang perlu disiapkan berupa dokumen asli dan fotocopy adalah sbb :

1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
2. Kartu Keluarga (KK)
3. Akte Lahir atau Ijazah (Pilih salah satunya)

Setelah lengkap maka langkah langkah yang harus diambil di kantor imigrasi sebagai berikut :

1. Pemeriksaan dokumen
2. Foto dan wawancara
3. Pengambilan paspor

Ketiga tahap tersebut tidak selesai dalam sehari bahkan antara tahap yang satu dengan tahap berikutnya bisa menunggu lebih dari dua hari sesuai dengan penjadwalan oleh pihak imigrasi.

Detailnya adalah sebagai berikut :

TAHAP 1
Tentukan kantor imigrasi mana yang dekat dengan rumah atau kantor. Memilih kantor imigrasi tidak perlu sesuai dengan alamat KTP. Contohnya KTP saya Bogor namun saya mengurus paspor di Kantor Imigrasi Mampang Jakarta Selatan. Sehubungan dengan adanya pembuatan paspor secara online maka loket pengecekan dokumen terdiri dari dua jenis loket yakni loket pengecekan dokumen cara biasa dan secara online. Tentu saja dua jenis loket tersebut memiliki nomor antrian yang berbeda. Petugas yang berada di mesin pengambilan nomor antrian akan mengarahkan ke nomor antrian ke loket yang sesuai.

Adapun cara yang saya pilih adalah cara biasa. Di tempat pengambilan nomor antrian, kita akan diberi formulir untuk diisi. Setelah formulir diisi lengkap tinggal menunggu panggilan dari loket. Pastikan bahwa dokumen asli dan fotocopy serta formulir yang telah terisi serta nomor antrian sudah siap agar saat nomor antrian disebutkan tidak perlu ditunggu lagi oleh petugas di loket.

Dokumen akan dicek secara seksama oleh  petugas di loket. Foto copy dokumen dan formulir diserahkan sedangkan dokumen asli hanya dipinjamkan sebentar, jangan sampai tertinggal di loket.

Setelah hasil pengecekan selesai, petugas loket akan memberikan TANDA TERIMA PERMOHONAN.
Fungsi dari TANDA TERIMA PERMOHONAN adalah :
1.Sebagai tanda bukti bahwa dokumen yang telah diserahkan ke kantor imigrasi lewat petugas di loket sudah lengkap dan benar.
2. Sebagai slip tanda bukti pembayaran pembuatan paspor dengan rincian yang dicantumkan. Dengan demikian pembayaran ke bank seperti yang tertera di Tanda Terima, pemohon tidak perlu mengisi slip baru. Usahakan melakukan pembayaran ke bank sebelum interview.
3. Tanda Terima Permohonan tersebut juga berisi jadwal untuk foto dan interview.
4. Pada Tanda Terima Permohonan juga terdapat barcode yang nantinya digunakan untuk mengambil nomor antrian untuk wawancara dan foto

TAHAP 2
Tahap kedua adalah interview, foto dan sidik jari. Kalau loket tahap 1 terdiri dari dua jenis loket, maka loket tahap 2 terdiri dari tiga jenis loket yakni loket online, loket umum dan loket travel. Loket online dan loket umum tak lain adalah kelanjutan dari dua jenis loket di tahap 1, sedangkan loket travel adalah loket khusus bagi para pengguna jasa travel dalam pengurusan paspor. Pengurus paspor loket travel hanya mengikuti 2 tahap di kantor imigrasi yakni tahap 2 dan 3. Tahap  1 memanfaatkan jasa travel.

Pengambilan nomor antrian tetap di mesin yang sama dengan tahap 1, namun menggunakan barcode sehingga secara otomatis nomor antrian disesuaikan langsung dengan jenis loketnya karena data loket umum telah terdata di sistem komputerisasi pada tahap 1.

Tahap 2 yang terdiri dari foto, sidik jari dan wawancara, ketiganya dilakukan dalam satu kali antrian. Pada tahap ini kita  akan dipanggil ke dalam ruangan untuk menjalani ketiga tahap tersebut. Foto dan sidik jari dilakukan di satu meja sedangkan interview di meja yang berbeda. Urutannya adalah foto, sidik jari dan wawancara. Setelah wawancara selesai, pewawancara akan memberikan tanda bukti bahwa seluruh prosedur telah dilewati. Sebenarnya akhir dari pengurusan paspor adalah saat wawancara selesai. Namun pengambilan paspor menunggu beberapa hari karena tentulah membutuhkan waktu proses kelengkapan dari paspor itu sendiri. Akhirnya pewawancara akan memberikan informasi jadwal pengambilan paspor.

TAHAP 3
Tahap 3 hanyalah pengambilan paspor yang sudah jadi, namun perlu ditunggu beberapa hari. Paspor saya sendiri dijadwalkan untuk diambil pada hari keempat terhitung dari hari wawancara. Cukup dengan membawa tanda bukti yang diberikan oleh pewawancara dengan menaruh di kotak yang telah disediakan maka tak lama kemudian nama kita akan dipanggil untuk mengambil paspor. Petugas diloket pengambilan akan meminta kita tanda tangan sebagai tanda bukti bahwa paspor telah diambil. Paspor diberikan namun satu lagi yang paling terakhir adalah petugas meminta kita memfoto copy paspor tersebut dan hasil foto copynya diserahkan ke loket pengambilan.

Demikianlah sharing pengalaman mengurus paspor semoga bermanfaat dan selamat bepergian ke luar negri.




Monday, October 28, 2013

Borobudur - Prambanan

Mengunjungi Borobudur atau Prambanan sebenarnya tidak memakan biaya yang terlalu besar. Cukup dengan searching hotel murah di internet maka deretan hotel murah yang berada di kawasan cukup strategis di Jogjakarta bermunculan. Di jalan jalan kecil yang bermuara ke Malioboro terdapat beberapa hotel dengan harga mulai dari  Rp 200.000 bahkan ada yang lebih murah dari harga tersebut.

Perjalanan dari Jakarta juga bisa memilih kereta, bus atau pesawat di mana yang lumayan murah adalah kereta karena tiket kereta masih ada yang berharga di bawah Rp 100.000

Selanjutnya, perjalanan dari Malioboro ke Borobudur, Prambanan atau tempat lainnya dapat ditempuh dengan rental mobil beserta sopirnya yang bisa didapatkan lewat pihak hotel dengan harga sekitar Rp 300.000 satu hari penuh.

Lokasi Borobudur yang sudah masuk wilayah Magelang Jawa Tengah ditempuh sekitar satu setengah jam dari Jogjakarta. Perjalanan ke Borobudur juga melewati Candi Mendut yang dimensi fisik bangunannya lebih kecil.

Candi Prambanan sendiri masih berada di kawasan Kota Jogja sehingga para penyedia transportasi sering memanfaatkan momen sunrise di Candi Prambanan karena masih terkejar dari hotel tempat menginap.

Borobudur, sebuah bangunan megah yang dibangun oleh penghuni negri ini di masa mereka dan tetap mengundang decak kagum akan kemegahan dan keindahannya dan membuat begitu banyak orang penasaran sebenarnya bagaimana proses pembangunannya. Hal inilah yang membuat banyak orang ingin kembali ke sana. Mencoba merasakan bekas buatan tangan para pembuatnya.

Semoga keinginan itu terwujud kembali.




Thursday, September 26, 2013

Wisata Gunung di Toraja

singki' rantepao photo 1.jpg

Gambar ini diambil di atas salah satu dari sekian gunung yang mengelilingi Kota Rantepao di Kabupaten Toraja Utara Sulawesi Selatan. Gunung yang puncaknya paling dekat dari pusat Kota Rantepao ini dikenal oleh masyarakat dengan nama Gunung Singki'. Bagaimana ceritanya saya sampai ke atas ?

Dalam sebuah event besar di Toraja yakni perayaan 100 tahun Injil Masuk Toraja (IMT) di mana dalam pelataran sebuah gereja tua di Rantepao, event tersebut dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan menjadi sebuah tontonan yang sangat ramai.

Di sela sela keramaian yang dimeriahkan dalam pelataran di mana berdiri bangunan dan pondok dengan model rumah Tongkonan Toraja tersebut, saya sempat melayangkan mata ke atas dan tampaklah oleh mata saya sebuah salib raksasa yang baru pertama kalinya saya lihat setelah sekian lama tidak menginjak Toraja tanah kelahiran saya. Sebuah salib yang berdiri di atas gunung.

Yang membuat saya semakin tertarik ternyata di sekitar lokasi salib tersebut ada banyak orang sedang berdiri bahkan seolah olah turut menyaksikan ke bawah pelataran gereja di mana puncak acara IMT sedang berlangsung.

Di saat acara yang cukup meriah tersebut istirahat untuk makan siang, teman saya seolah menawarkan sebuah tantangan untuk mendaki ke Gunung Singki' bergabung dengan orang orang yang tampaknya begitu asyik sedang menikmati indahnya Kota Rantepao dari atas gunung tersebut.

Tempat yang sekilas dekat dari pandangan mata tersebut ternyata lumayan melelahkan untuk didaki dengan  naik dari balik gunung tersebut melewati tangga dengan anak tangganya yang berukuran besar.

Sebuah olah raga yang lumayan berat saya telah lakukan setelah sampai ke atas puncak Singki' dengan nafas terengah engah dan tubuh bermandikan keringat. Namun perasaan melelahkan tersebut terobati oleh sebuah keindahan.


Selain bangga karena bisa menginjakkan kaki di pelataran monumen yang sepertinya akan menjadi ikon kota Rantepao juga keceriaan bersama oleh para perantau Toraja dari berbagai penjuru yang seolah olah tertipu oleh Salib Raksasa Singki' yang tampaknya dekat dari pandangan mata namun cukup melelahkan untuk didaki.  Bebeberapa orang berusia lanjutpun terpaksa harus berhenti sejenak sambil mencicil tangga demi tangga mencapai puncak Singki'.

 photo 3.jpg
Keindahan Kota Rantepao secara menyeluruh tampak dari atas gunung ini. Sebuah kota yang dibangun di lembah yang dikelilingi oleh hamparan sawah yang hijau dan dialiri Sungai Sa'dan.

Selain wisata budaya dan wisata alam berupa kuburan Toraja yang unik dan memang sudah dikenal dunia dari dulu, tampaknya Toraja juga masih menyimpan potensi lain yakni berwisata ke gunung gunungnya yang dikenal berbatu dan menjulang tinggi.

Selain monumen salib raksasa Singki' di Rantepao, di kota kembarnya yakni Makale di sebelah selatan, ibukota Kabupaten Tana Toraja juga akan segera dibangun patung Yesus raksasa di Bukit Burake.

Pembangunan kedua monumen ini sepertinya akan menjadi perintis dikembangkannya potensi wisata gunung di Toraja yang memang sangat indah. Dalam sebuah obrolan dengan seorang teman di situs jejaring sosial, teman tersebut baru saja mendaki ke sebuah gunung yang menghadap ke Kota Makale yakni Pango-pango. Beliau sepertinya sedang mencari tanah di atas gunung yang harganya bisa melambung jika trend wisata gunung di Toraja menjadi kenyataan.

Kondisi gunung di Toraja yang kebanyakan terdiri dari dinding dinding batu adalah lahan berpondasi kokoh untuk membangun gedung. Sehingga pembangunan gedung gedung otomatis akan ramah dengan lingkungan karena tidak berdampak longsor.

Ada banyak pendapat yang mengatakan kalau suhu udara dilembah Makale dan Rantepao tidak sedingin dulu lagi sebagai dampak dari pemanasan global. Kondisi  suhu seperti inilah yang bisa mendorong lebih berkembangnya wisata gunung di Toraja.

Kenapa Dengan Film Filosofi Kopi 2 ?

Berita kehadiran Luna Maya di Toraja yang  menyebar lewat situs dan jejaring sosial, berkembang seakan-akan memberitakan bahwa ada film ...